3 Alat Pengukur Denyut Jantung Yang Perlu Anda Tahu


Alat pengukur denyut jantung – Di dalam tubuh manusia terdapat banyak organ vital dengan fungsi dan peran pentingnya masing-masing. Salah satunya yang memiliki fungsi sangat penting adalah organ jantung. Tentunya Anda sudah mengetahui bukan mengapa jantung dianggap sebagai organ yang sangat penting? Ya, karena jantung adalah organ yang sangat menentukan kehidupan seseorang. Jika jantung sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya maka seseorang tidak dapat hidup seperti sediakala.

3 Alat Pengukur Denyut Jantung

Banyak hal yang dapat dijadikan indikator untuk mengetahui kesehatan jantung. Salah satunya yang paling sederhana adalah denyut jantung. Sudah akrab dengan istilah ini bukan? Denyut jantung adalah suatu denyutan yang dihasilkan oleh jantung sebagai akibat dari adanya aliran darah melalui jantung. Normalnya, denyut nadi manusia akan berkisar antara 60 hingga 100 kali per menit. Tinggi rendahnya denyut jantung ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, suhu udara, aktifitas fisik, tingkat emosional, ukuran tubuh (berat badan), dan konsumsi obat-obatan tertentu.

Terdapat langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengukur denyut jantung. Caranya cukup dengan mengukur denyut nadi Anda di pergelangan tangan ataupun leher (tepatnya pada nadi karotis di daerah cekungan bagian pinggir leher). Jika Anda ingin cara yang lebih modern untuk mengukur denyut jantung jangan khawatir karena sudah terdapat beberapa alat yang memiliki fungsi sebagai pengukur denyut jantung. Apa sajakah alat tersebut?

1. Heart Rate Monitor

Heart rate monitor adalah suatu alat yang berfungsi untuk memonitor denyut jantung seseorang secara real time dengan hasil yang akurat. Alat pengukur denyut jantung ini biasanya banyak digunakan oleh olahragawan ataupun atlet dalam melakukan latihannya dengan berbagai tujuan diantaranya:

  • Untuk dapat mengetahui kondisi denyut jantung mereka selama berolahraga.
  • Untuk menilai exercise mereka.
  • Untuk mengetahui rata-rata denyut jantung.
  • Untuk menampilkan hasil pendukung lainnya seperti informasi kecepatan dan jarak tempuh, informasi kalori, serta lemak yang terbakar.

Tetapi bukan berarti Anda yang bukan termasuk olahragawan ataupun atlet tidak boleh menggunakan alat ini. Heart rate monitor boleh digunakan oleh siapa saja. Desain alat ini umumnya seperti jam tangan (beberapa ada yang dilengkapi dengan tali dada/chest strap) sehingga sangatlah unik, simpel, mudah digunakan sendiri tanpa bantuan orang lain, dan tentunya mendukung segala aktifitas seseorang. Selain berbentuk jam tangan, ada beberapa tipe heart rate monitor yang telah dilengkapi oleh GPS, serta terdapat beberapa tipe heart rate monitor yang bisa langsung diaplikasikan/dihubungkan pada smartphone dan dalam penggunaannya dapat dililitkan pada lengan Anda.

2. Elektrokardiograf atau EKG

Alat pengukur denyut jantung berikutnya adalah elektrokardiograf atau yang biasa dikenal dengan EKG ataupun ECG. EKG sebenarnya merupakan suatu alat yang dapat merekam aktifitas elektrik di dalam jantung seseorang. Tetapi suatu EKG dapat menunjukkan beberapa hal seperti laju atau kecepatan denyut jantung, ritme denyut jantung, serta kekuatan dan timing sinyal listrik saat melewati masing-masing bagian jantung. Tidak seperti heart rate monitor yang didesain simpel dan dapat digunakan sendiri tanpa perlu bantuan orang lain, pengukuran aktivitas jantung termasuk denyut jantung menggunakan EKG sangat memerlukan bantuan tenaga medis untuk melakukannya serta membaca hasil pengukurannya. Pemeriksaan dengan menggunakan alat ini sebenarnya dapat dilakukan oleh semua orang, tetapi ada beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang untuk melakukan pemeriksaan ini. Kondisi tersebut diantaranya adalah mereka yang:

  • Mengalami kesulitan bernapas ataupun nyeri dada.
  • Memiliki detak jantung yang tidak beraturan.
  • Memiliki gangguan/penyakit jantung atau kondisi lainnya yang terkait dengan    jantung.
  • Sedang menjalani pengobatan penyakit jantung.
  • Hendak dilakukan tindakan pembedahan atau operasi.

Pemeriksaan EKG ini dilakukan dengan melekatkan sensor-sensor EKG berupa elektroda ke tubuh seseorang yang akan diperiksa. Bagian tubuh yang dilekatkan alat ini adalah bagian dada, pergelangan tangan, dan kaki pasien. Bagaimana dengan hasilnya? Mesin EKG akan dengan otomatis mengeluarkan hasil pemeriksaan pada kertas khusus, ataupun menampilkannya pada layar alat ini. Dari hasil tersebut dapat diketahui denyut jantung seseorang serta kondisi lainnya yang terkait dengan jantung sehingga dapat menilai apakah jantung seseorang termasuk ke kategori normal atau abnormal.

3. Fetal Doppler

Selain heart rate monitor dan EKG, ada satu alat lagi yang dapat mengukur denyut jantung seseorang. Alat ini adalah fetal doppler. Tak seperti heart rate monitor dan EKG, alat ini memiliki keunikan sendiri yaitu dapat mengukur denyut jantung janin yang masih di dalam perut ibunya. Ya, fetal doppler memang merupakan sebuah alat yang didesain khusus untuk dapat mendengarkan denyut jantung janin ketika masih berada dalam kandungan. Jadi alat ini tidak dapat digunakan untuk mengukur denyut jantung orang dewasa seperti heart rate monitor serta tidak dapat merekam aktivitas jantung layaknya EKG. Janin yang dapat diketahui denyut jantungnya menggunakan alat ini adalah janin yang telah mencapai usia 10 minggu atau lebih. Tetapi cepat lambatnya suara denyut jantung janin yang dapat terdeteksi oleh fetal doppler juga bergantung pada beberapa faktor seperti:

  • Posisi janin di dalam rahim.
  • Bobot atau berat badan sang ibu.
  • Keakuratan hari perkiraan lahir sang buah hati.

Fetal doppler didesain khusus dengan bentuk portable sehingga dapat digunakan dengan mudah secara mandiri oleh para calon ibu. Bagaimana menggunakannya? Cukup dengan mengoleskan gel pada probe fetal doppler lalu tempelkan probe ke perut ibu hamil dan segera dengarkan bunyi denyut jantung sang buah hati. Probe dapat digeser-geser hingga ditemukan tempat yang pas untuk mendengarkan denyut jantung janin. Suara denyut jantung janin inilah yang akan menambah kebahagiaan sang ibu dan membuatnya tak sabar lagi ingin segera melihat sang bayi lahir ke dunia. Selain untuk mendengarkan denyut jantung sang janin, fetal doppler ini juga dapat digunakan untuk hal penting lainnya yaitu memantau kesehatan janin. Tentunya dengan mengacu pada indikator denyut jantung.

Itulah tiga alat yang dapat digunakan untuk mengukur denyut jantung. Ketiganya memiliki fungsi masing-masing yang tak kalah penting. Manfaatkan sesuai kebutuhan dan pantau selalu kesehatan jantung Anda agar hidup lebih bahagia!


Post a Comment

Copyright © 2021

Esok Sehat